Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan

Selamat Datang Islam Nusantara

Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olah Raga baru-baru ini telah memperkenalkan kepada masyarakat sebuah senam yang disebut Senam Islam Nusantara. Senam ini berisi gerakan-gerakan shalat yang diiringi dengan musik. Senam ini menurut Pak Menteri bertujuan untuk menyehatkan dan menumbuhkan kecintaan pada shalat di kalangan umat Islam.

Hadirnya Senam Islam Nusantara tentunya akan membantu memasyarakatkan Islam Nusantara di seluruh tanah air. Karena nantinya senam akan masuk ke sekolah-sekolah sebagai kegiatan yang wajib dilakukan untuk memperkenalkan Islam Nusantara.


Senam Islam Nusantra

Bila Senam Islam Nusantara ini sukses maka mungkin Menteri Agama nantinya akan membuat Kurikulum Pendidikan Agama Islam Nusantara, dan dibuat pula Fikih Islam Nusantara. Tidak ada yang tidak mungkin kalau pemerintah menghendaki Islam di Indonesia ini menjadi Islam Nusantara, apalagi baru-baru ini di Sumatera, Presiden telah meresmikan Titik Nol Islam Nusantara.

Bila Islam Nusantara telah menyebarluas ke masyarakat dan ke sekolah-sekolah maka mudah bagi pemerintah untuk merubah kolom agama di KTP menjadi Islam Nusantara.

Tiadalah gunanya para ustaz-ustaz untuk mengkampanyekan Islam Kaffah untuk membendung penyebarluasan paham Islam Nusantara, karena para tokoh dan penyebar Islam Nusantara ini mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dibanding dengan orang yang menolak Islam Nusantara, yang selama ini dianggap tidak mencintai tanah air.

Bagi kita yang beriman kepada Alla dan hari kiamat, tiada yang kita bisa lakukan kecuali menjaga diri dan keluarga dari pengaruh Islam Nusantara, agar kita bisa menjadi kemurnian Islam, menjadi Islam kaffah, yaitu Islam yang berdasarkan Al Quran dan As Sunnah, Islam yang berlaku bagi seluruh umat manusia.

Kita harus selalu ingat dan berpegang teguh pada wasiat Rasulullah "Berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi geraganmu" (HR. Abu Dawud).

Semoga Allah menolong kita untuk tetap istiqomah pada Islam yang sejati, yaitu agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan menjaga kemurnian ketaatan kepada Allah dalam menjanlanlan agama yang lurus ini.
- READ MORE -

Al - A'war, Komandan Setan Penyeru Zina

Memoles kesesatan agar tampak baik dan menarik hati adalah jurus abadi iblis dan antek-anteknya. Bahkan inilah jurus pertama iblis sebelum menggoda manusia untuk bergumul dengan dosa. Allah berfirman:

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,” (Al-Hijr 39)

Maka setan menghiasi perbuatan keji terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan menyesatkan manusia. Ibnul Qayyim mengomentari ayat tersebut: “Di antara strategi iblis adalah menyihir akal secara kontinyu hingga terpedaya, tidak ada yang selamat darinya kecuali yang dikehendaki Allah. Dia menghiasi perbuatan yang hakekatnya menimbulkan madharat sehingga tampak sebagai perbuatan yang paling bermanfaat. Begitupun sebaliknya, dia mencitrakan buruk perbuatan yang bermanfaat sehingga nampak mendatangkan madharat…”

Komandan Setan Penyeru Zina

Strategi yang sama ditempuh oleh iblis laknatullah ‘alaih untuk menyebarkan luaskan perbuatan zina yang merupakan dosa besar di dalam Islam. Tidak hanya itu, iblis menjadikan hal ini sebagai target utama, sehingga dia melakukan sayembara bagi setan manapun yang mampu menjerumus-kan manusia kepada zina, maka iblis akan memakaikan mahkota di kepalanya sebagai tanda jasa.

Rasululah bersabda tentang hal ini:

“Jika datang pagi hari, Iblis menyebar para tentaranya ke muka bumi lalu berkata, “Siapa di antara kalian yang menyesatkan seorang muslim akan aku kenakan mahkota di kepalanya.” Salah satu tentaranya menghadap dan berkata, “Aku terus menggoda si fulan hingga mau menceraikan istrinya.” Iblis berkata: “Ah, bisa jadi dia akan menikah lagi.” Tentara yang lain menghadap dan berkata: “Aku terus menggoda si fulan hingga ia mau berzina.” Iblis berkata: “Ya, kamu (yang mendapat mahkota)!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1280)

Iblis juga menyiapkan pasukan khusus yang dikomandani oleh anaknya sendiri bernama Al-A’war. Mujahid bin Jabr, murid utama Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Iblis memiliki 5 anak, satu di antaranya bernama Al-A’war. Dia memiliki tugas khusus menyeru orang untuk berbuat zina dan menghiasinya agar nampak baik dalam pandangan manusia. (Talbisul Iblis, Ibnu Al-Jauzy hal. 41)

Al-A’war juga merekrut para setan dari golongan manusia sebagai tim sukses untuk mengkampanyekan perbuatan zina. Segala cara ditempuh, segala sarana dan media digunakan.

Memasang Banyak Umpan

Sebagaimana seorang pemancing, dia harus memasang umpan agar ikan mau mendekati kailnya. Maka setan memasang umpan agar si korban mau mendatangi perangkapnya. Umpan tersebut berupa ‘Nisa’un kaasiyat ‘ariyat’, wanita yang berpakaian telanjang, pornografi, porno aksi dan perangkatnya.

Umpan tersebut dipasang di tempat-tempat yang strategis, sehingga memungkinkan bagi mangsa untuk melihatnya. Di antara tempat strategis tersebut adalah televisi dan media cetak. Maka jika kita lihat di televisi kita banyak berjejal wanita yang berpakaian tapi telanjang, lagu dan tarian erotis, film-film jorok yang bisa disaksikan oleh semua orang. Itu pertanda setan Al-A’war telah berhasil merekrut banyak orang untuk dia jadikan sebagai umpannya. Demikian pula dengan tabloid, koran dan majalah-majalah berjenis kelamin ‘XXX’ yang menjadikan pornografi sebagai menu utama.

Dibumbui Dengan Istilah Penyedap Rasa

Al-A’war tidak membiarkan umpan-umpan itu menyebar begitu saja. Karena masih banyak orang-orang waras yang akan merusak umpannya. Akan banyak orang-orang sehat yang akan menegur, mencela dan memusuhinya. Untuk itu, dia menciptakan istilah dan kilah sebagai penyedap rasa. Sehingga yang antipati menjadi netral, yang netral menjadi simpati, yang simpati menjadi bala-tentaranya.

Di antara istilah yang diilhamkan Al-A’war kepada para anteknya dari golongan manusia adalah menamakan budaya telanjang sebagai bentuk kemajuan, pacaran sebagai upaya penjajakan dan persiapan, nyanyian jorok dan tarian erotis sebagai seni dan porno aksi disebut sebagai kebebasan berekspresi.

Bisa dibilang bahwa menamakan perbuatan keji dengan istilah yang berasumsi baik adalah jurus tersendiri di antara jurus iblis yang diwariskan kepada generasinya. Seperti ketika dia membujuk Adam dengan perkataannya:

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (Thaha: 120)

Dia menyebut pohon yang dilarang dimakan buahnya dengan pohon Khuldi, pohon yang apabila dimakan buahnya menyebabkan dia kekal di jannah.

Tidak berbeda dengan yang dilakukan setan hari ini, mereka memberi istilah perbuatan keji dengan nama yang disukai hati.

Informasi yang menyesatkan diiringi dengan gambar yang menggiurkan jika datang secara bertubi-tubi akhirnya dianggap sebagai hal yang biasa, atau seakan kebenaran yang layak untuk dibela. Sebagaimana yang telah dimaklumi bahwa dengan pemberitaan yang terus menerus, berita dusta dianggap fakta, kesesatan menjelma sebagai kebenaran dalam pandangan manusia. Konon media barat tidak mengenal berita yang benar atau yang salah, tetapi berita cerdas atau bodoh. Berita cerdas adalah yang dikemas sehingga tak nampak kedustaannya sedangkan berita bodoh adalah berita yang tampak kedustaannya.

Nampaknya usaha Al-A’war dan bala tentaranya betul-betul menuai panen raya. Begitu banyak generasi kita yang jatuh ke dalam pelukannya. Mereka mengikuti bujuk rayu Al-A’war, mendatangi umpannya, lalu menelan kailnya. La haula walaa quwwata illa billah.

Akan tetapi, tidak sepantasnya kita berputus asa, karena betapapun gigihnya usaha setan, bagi orang yang beriman dan konsisten dengan keimanannya, tipu daya setan itu lemah:
“Karena sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (An-Nisa’: 76)

Menjauhi umpan setan, merusaknya hingga nampak maksud jahatnya di hadapan manusia adalah sebagian solusi dan benteng bagi kita dan umat Islam dari serangan Al-A’war dan bala tentaranya, Wallahul muwaffiq. (Majalah Ar Risalah)
- READ MORE -

Pernahkah Anda Melihat Wujud Iblis?

Pernahkah melihat wujud iblis? Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang mungkin secara langsung melihatnya kecuali Nabi Yahya as. Iblis dulunya merupakan penghuni surga, sangat menawan, dan saleh dengan doa-doa yang makbul.

Tradisi agama Islam dan Nasrani menyebut iblis sebagai malaikat yang terusir. Mahluk surga yang terbuat dari api. Berbeda dengan malaikat yang terbuat dari cahaya.

Kitab Ghawr Al Umur dari tulisan Al Hakin At-Tirmidzi memaparkan kesaksian hamba Tuhan, yaitu Nabi Yahya as yang berbincang dan meminta iblis memperlihatkan wujud asli. Iblis sendiri berbincang dengan Nabi Yahya karena nabi-nabi lain tidak 'enak' diajak berbicara. Para nabi sangat keras terhadap iblis. Hal ini bukan berarti Nabi Yahya berlemah lembut kepada iblis.

Nabi Yahya as meminta iblis memperlihatkan wujud aslinya, dan jebakan-jebakan apa saja yang dibuatnya untuk menyesatkan jalan hidup manusia. Mendengar permintaan tersebut, iblis menjawab, "Wahai Nabi pesuruh Allah, itu sungguhlah berat. Permintaanmu menempatkan aku dalam posisi teramat sulit. Akan tetapi aku tidak bisa menolak permintaanmu. Syaratnya, jangan ada orang lain bersamamu saat melihat".

Nabi Yahya as. mengiyakan permintaan iblis. Keesokan harinya iblis menemui Nabi Yahya as. Pada saat pertemuan itulah iblis langsung mengubah ke wujud aslinya.

Secara fisik tubuh iblis serupa babi, wajahnya mirip kera dengan mata memanjang seperti halnya mulutnya, dengan hidung menghadap ke atas. Tidak ada janggut di dagunya. Kepala hanya ditumbuhi rambut jarang dengan mengarah ke atas dan telur di kepala.

Iblis memiliki dua tangan di bahu dan di kening dengan jari-jari berjumlah enam. Dua sayap di punggungnya. Ada berhala Majusi di atas iblis, dan bajunya ada enam jenis minuman warna warni. Di tangannya terdapat lonceng besar.

Nabi Yahya melihat bentuk fisik iblis yang sangat buruk, lalu bertanya mengapa sampai memiliki wujud seburuk itu. Iblis menjawab, "Tadinya aku berasal dari golongan malaikat yang mulia. Aku tidak pernah mengangkat kepalaku, dan sujud yang selalu kulaksanakan selama empat ratus ribu tahun lamanya. Akan tetapi aku telah melanggar perintah Tuhan dengan tidak bersedia bersujud kepada Adam as. Allah murka dan melaknat aku".

Iblis juga menjelaskan bahwa selama di surga tidak satu pun makhluk lain yang sepertinya. Elok, indah dan sangat patuh pada Allah. Tapi saat ini, wujudnya telah berubah karena menentang perintah Allah. [Kopi]
- READ MORE -

Membongkar Rahasia Syetan

Dikisahkan Nabi Yahya as bertemu dengan iblis yang sedang membawa sesuatu barang. Kepada iblis Nabi Yahya menanyakan untuk apa barang itu? Iblis menjawab, barang itu syahwat untuk memancing anak cucu Adam. 

"Adakah dalam diriku sesuatu yang dapat engkau pancing?" tanya Nabi Yahya. Jawab Iblis, "Tidak ada. Hanya pernah terjadi pada suatu malam, engkau makan agak kenyang, dan kami dapat menarikmu sehingga engkau merasa berat mengerjakan shalat." 

"Kalau begitu, aku tidak akan makan terlalu kenyang lagi selama hidupku," kata Nabi Yahya. "Wow, sungguh menyesal sekali kami buka rahasia ini. Mulai saat ini, kami tidak akan menceritakan rahasia ini kepada siapapun," iblis menyambung. 

Kisah yang dinukil dari kitab Minhajul Abidin karangan Imam Al-Ghazali tersebut, setidaknya dapat dipetik sebagai pelajaran berkaitan dengan isi perut. Bahwa untuk menjaga perut agar tidak terlalu kenyang, apalagi yang tercampur dengan barang haram dan syubhat, bukan hal yang sederhana. Karena bukan hal sederhana, maka manfaat dan ganjaran yang didapat tidak kecil. Dituntut kemampuan mengendalikan hawa nafsu. 

Bukankah syetan gemar mendorong manusia menikmati makanan-minuman seenak dan sebanyak mungkin. Tetapi syetan juga mengarahkan kita mendekati barang-barang syubhat, untuk menceburkan kita ke dalam hal yang haram. 

Al-Ghazali menguraikan bahaya yang timbul oleh perut yang kelewat kenyang dan mengkonsumsi barang haram/syubhat, seperti dikutip berikut ini: . 
  1. Terlalu banyak makan dan minum dapat membuat badan terasa berat, lesu, sifat malas, dan perilaku iseng. Juga ingin selalu melihat hal-hal haram, yang tidak bermanfat, dan berlebihan. Akal, pikir dan pengetahuan pun menjadi sempit. . 
  2. Kebanyakan makan akan menyebabkan manusia malas dalam menjalankan ibadah. . 
  3. Kebanyakan makan juga akan menjerumuskan pada perbuatan syubhat dan haram. Sedangkan makanan haram dan syubhat menjadi penghalang bagi datangnya taufik dan hidayah dari Allah swt. Perut yang dipenuhi makanan yang haram dan syubhat juga akan menjadikan si pemiliknya terhalang berbuat kebaikan. Malas berkecimpung pada hal-hal yang mengandung kemaslahatan, untuk diri dan orang lain. . 
Makanan halal yang kita konsumsi pada hakikatnya adalah bekal untuk beribadah. Bila porsi itu sudah terpenuhi, lalu melewati batas itu, berarti pemborosan yang berarti berkawan dengan syaithonirrajim. Semoga kita berkemampuan menghindarinya. . 

Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya yang halal itu tidak datang kepadamu melainkan sebagai bekal. Dan yang haram datang kepadamu dengan melimpah." . 

Sekalipun makanan itu halal, tidak menjadi alasan untuk menikmati dengan tak terkendali. Beliau saw mengatakan, "Janganlah kamu mematikan hati dengan makan dan minum berlebihan, meskipun makanan dan minuman itu halal. Sebab hati ibarat tumbuh-tumbuhan, jika terlalu banyak disiram ia akan mati." . 

Sementara Abu Ja'far menasihatkan, perut jika lapar membuat seluruh anggota badan tidak banyak menuntut dan merasa tenteram. Tetapi jika kenyang, maka anggota tubuh lainnya menjadi lapar, banyak tuntutannya. . 

Semoga kita mampu menjaga perut dari hal-hal yang merugikan masa depan kita, dunia dan akhirat. ( Hidayatullah, edisi Maret 2001 )
- READ MORE -